Saturday, December 3, 2011

doa yang nggak tuntas

saya inget beberapa bulan lalu, duluuuu banget, saya berdoa ama tuhan. intinya, saya pengen tahun ini saya lulus. tapi ini udah penghujung tahun dan bab 3 skripsi saya baru 70%. apalagi bab 2 yang udah sebulan diluncurkan tapi gak dibaca2 juga (murka tingkat dewa!). ini berarti saya NGGAK BISA lulus tahun ini! selidik punya selidik, tibatiba sanya inget tentang doa saya itu. saya minta lulus, tapi lupa bilang kalo LULUS KULIAH. jadinya tuhan gak ngasih saya lulus kuliah tahun ini >__<

tapiiiiiii, tuhanku yang super asyik, thanks ya, meskipun saya gak lulus kuliah tahun ini, semoga saya lulus dalam hal-hal yang lain. lulus kesabaran, lulus berdamai dengan diri sendiri, dan lulus2 yang lain.

semoga saya termasuk orang-orang yang belajar dan terus berproses.

karena, berproses adalah salah satu cara membiarkan diri kita menjadi manusia.

*dan proses saya sungguh gila-gilaan.

Friday, December 2, 2011

anonymous

sepertinya saya perlu berterima kasih pada seorang satu ini. seorang yang sebulan terakhir ini mampu membuat saya tersihir dan terkagum-kagum akan keajaiban yang ada di otak dan hatinya. dia membeberkan pendapatnya tentang tuhan, agama, budaya, politik, sastra, musik, bahkan kata. gagasan-gagasannya mampu membelokkan logika yang sempit. kemudian digiring menuju semesta kemungkinan. menghitamkan yang putih. memutihkan yang hitam. ia akhirnya mampu mengajak (saya) untuk belajar menyingkir dari kehidupan mapan, tapi mencari sejatinya hidup. tidak terjebak pada persoalan-persoalan lahiriah. terima kasih ya..


*sebaiknya pembaca tak perlu (mencari) tahu siapa seseorang itu ^0^

Saturday, November 19, 2011

unsent letter



barangkali suatu saat kita harus duduk dan bicara. di sebuah warung kopi atau ronde di pinggir jalan yang masih basah oleh hujan. atau di mana saja. tentang banyak hal yang mungkin belum tuntas. tanyakan tentang apa saja dan aku pasti akan menjawabnya. sejujur-jujurnya. biar tak ada sesak yang menyangkut di dada.

oke? dan itu akan menjadi pembicaraan terakhir kita. barangkali

atau, kita tak usah bicara. sepertinya kata dan bunyi sudah seringkali berkhianat. beri kesempatan pada nurani untuk menyelesaikannya.




photocredit: http://dherdian.wordpress.com/2010/11/15/kotak-pos/&docid=EfsyQyw2Is0sQM&imgurl

Sunday, November 13, 2011

Annajah-Syafi’iyah, Kaifa haluk?

Dan ternyata aku merindukanmu, Annajah. Ternyata aku ingin kembali padamu, Syafiiyah.

Kaifa haluk, Annajah? Tiba-tiba aku merindukanmu begini. Di antara buku-buku poskolonial, posmodern, hegemoni, dekonstruksi, cultural studies dan apapun itu, aku merindukan matan-matan imriti. Masihkah nadhoman-nadhoman itu dilagukan dengan merdu? Aku merindu menghafai i’lal, nahwu, shorof, jurumiyah, mengotak-atik mubtada’ khobar. Aku juga rindu memutar otak dalam hitungan ilmu faroid itu.

Apa kabar kitab-kitab kuning? Masihkah para santri tertidur sambil memelukmu? Apa kabar majmu’? Dziba’? aku rindu bersholawat di malam-malam yang dingin itu. Sekarang ini aku lebih sering mengulang-ulang lagunya The Beatles.

Ustadz Rifai yang sering kali kukecewakan, kini tak satu nadhomanpun bisa kuingat. Hafalan Mabadil Fiqih yang empat juz itupun sudah kulupakan. Maafkan, maafkan.

***
Syafiiyah, sekali waktu kita harus bertemu. Aku merindukan pintu gerbangmu yang berderit-derit. Hampir lima tahun meninggalkanmu dan tak sekalipun aku menjengukmu. Maafkan. Adakah kau juga rindu padaku?

Masihkah tafsir quran menghidupkan pagimu? Masihkah para santri saling membangunkan untuk qiyamul lail? Masihkah selalu mengingatkan untuk Dhuha? Masih rajinkah puasa senin kamis? Masihkah ada roan, kegiatan yang dinanti sebab kami bisa bertemu santri putra? Masihkah santri putri gemar memakai parfum meski berkali-kali disindir Mbah Yai? Masih adakah TV hitam putih itu? Ataukah sudah masuk rongsokan?

Aku merindukan ngaji ba’da ashar yang seringkali kutinggalkan dengan alasan ekstrakurikuler, les, dan lainlain. Aku merindukan hafalan hadits yang tak kunjung kuselesaikan. Aku merindukan makan keroyokan pake tangan. Dan aku merindukan panggilan “Lily” itu.

Apa kabar Ustadz Rosyad, Ustadz Ghofur? Sepertinya aku butuh mengulang Ta’lim Mutaallim. Apa kabar Bu Nyai? Ning Leil? Masihkah sehat dan gemar memasak bandeng? Semoga suatu saat kita bisa bertemu.

Aku merindukanmu, merindukanmu..

Friday, October 7, 2011

lambungku, oh..

saya akui saya adalah orang yang sangat bandel. tapi berkali-kali menghadapi sakit yang sama seperti ini sudah masuk dalam kategori keterlaluan. menjaga diri sendiri saja tidak bisa. ya, hari ini lambung saya benar-benar ngamuk luar biasa. pagi-pagi sudah mual, ulu hati rasanya sakit banget, dan muntah-muntah (rasanya sangat pahit). muntah adalah alarm bagi tubuh saya, yang menandakan saya benar-benar sakit.

sebenarnya saya tahu mengapa saya bisa seperti ini. dua malam ini saya begadang dan memeras otak. mengejar deadline proposal seminar yang..ah, mengingat ini saya jadi sebel banget lagi. sedikit istirahat. minum kopi dan makan telat. lengkap sudah! saya adalah tipe orang yang kalau masih ada tanggungan pekerjaan gak bakalan bisa tenang. mata merem tapi pikiran gelisah. ya jadinya seperti ini, suka memaksakan diri. dan sakit sendiri. rasain.

saat seperti ini, mylanta yang biasanya jadi teman setia, sama sekali tidak bisa membantu. dan sepertinya saya benar-benar harus ke dokter.
sepertinya, untuk sejenak saya juga harus rela berjauh-jauhan dengan sambel, osengosseng mercon, dan makanan pedas lainnya. minum kopi juga harus berenti dulu :(

semoga lekas sembuh, anis. bentukmu jelek banget kalo lagi sakit.

maaf pembaca, kalau akhir-akhir ini postingan saya isinya curhatan doang. gak suka gak usah dibaca!





Saturday, October 1, 2011

Monday, September 26, 2011

curhatan nggak penting banget

hari ini:
1. bangun-bangun kaki kram gara-gara kemarin naek turun 1.250 tangga di tawangmangu
2. keinget tulisan yang belum diedit, padahal mau bimbingan. dan akhirnya gak jadi diprint. perut ikut-ikutan kram.
3. fotokopi buku pramoedya postcolonially pesenan pak faruk
4. di kampus. berharap bertemu seseorang.
5. semoga yang no.4 selalu baik-baik saja
6. ketemu DPS dan bimbingan. minta maaf karena belum ngasih tulisan. ditanyain ini itu. termasuk "kenapa kok bisa putus?"
7. ndaftar seminar skripsi.
8. ketemu pak faruk, dan bukunya ditanyain. "maaf pak, masih di fotokopian"
9. bingung nyari judul yang pas buat skripsi di ruangannya DPS
10. ketemu temen dan merebut minumannya
11. pulang dan kebingungan mau ngerjian yang mana dulu.
12. besok janji mau ngasih tulisan ke DPS
13. batal ke toko buku
14. batal makan oseng2 mercon :((
15. tidur bentar dan tambah pusing
16. beli capcay di depan asrama. . tiba-tiba bergumam sendiri "tahun ini alah tahun terberat, dan penuh tantangan"
17. rasanya pengen nangis sepuas-puasnya tapi nggak bisa.
18. lagu unbreak my heart-nya Toni Braxton masih terus berulang-ulang di laptop...

semoga segera tenang, anis. semoga kamu segera bisa mengatasi semuanya.

Aktor Bermata Ngantuk Itu

 Dia aktor Korea. Dulu saya menyebutnya sebagai aktor bermata ngantuk. Tapi saya tidak membuat saya sepenasaran itu untuk mencarinya di goog...