Saturday, June 27, 2026

Idola Masa Muda

Dua puluh tahun lalu saya mengidolakannya. Saat ini saya semakin mengidolakannya. 

Saat saya dalam masa-masa gelap, entah kenapa tiba-tiba yang terpikir oleh saya adalah dia. Jujur saya beberapa lama saya mengabaikannya. Ingat sih, tapi nggak ingat banget. Biasa saja. Tapi masa-masa gelap itu menuntun saya sekali lagi ke arahnya. 

Dia semakin matang dan bijaksana sebagai manusia. Dia membukakan pintu-pintu di kepala saya yang selama ini tertutup. Memperjelas pandangan saya yang berkabut. Dia menawarkan perspektif baru dalam memandang segala sesuatu sehingga tidak hitam putih. Bukankah tidak ada yang benar-benar buruk atau baik? Saya belajar untuk meluaskan sudut pandang dan memperlebar jarak pandang, kadang juga mendekatkan jarak pandang jika itu diperlukan. Cara ini menurut saya penting agar bisa menghindarkan diri dari fatatisme buta, tidak hanya untuk memandang peristiwa atau orang lain, tetapi juga dalam memandang diri sendiri. 

Saya bersyukur karena saat muda saya mengidolakan orang yang tepat. 



No comments:

Post a Comment

Idola Masa Muda

Dua puluh tahun lalu saya mengidolakannya. Saat ini saya semakin mengidolakannya.  Saat saya dalam masa-masa gelap, entah kenapa tiba-tiba y...