Saturday, April 7, 2012

catatan harian

sejak dahulu kala, saya punya kebiasaan nulis diary. meskipun gak tiap hari sih. nah, iseng-iseng mbaca tulisan kita yang dulu-dulu itu ada asyiknya juga. ini ada tulisan saya lengkap dengan tanggal, bulan , tahun, juga tanda tangan yang entah bagaimana kok bisa-bisanyaaa saya nulis kayak gini :p

"29 desember 2011. setidaknya, untuk malam ini aku menyetujui bahwa ketika tak satu pun orang di dunia ini yang bisa menerimamu, sebagai kamu yang tidak memiliki apa-apa dan tidak bisa berbuat apa pun, keluarga akan membukakan pintunya lebar-lebar untukmu. percayalah."

juga ini,

"30 desember 2011. pada akhirnya, kita pun harus lebih bijak menilai. bukan sekadar baik atau buruk. tapi bagaimana kamu bisa lebih bijaksana dalam menghadapi banyak persoalan yang sebelumnya tidak pernah kamu duga. kamu harus bisa berdamai dengan dirimu. memahami dengan kebijaksanaan."

sama kayak nulis di blog, enaknya nulis diary tuh kita bisa ngeliat proses kita. mengenang kembali kejadian juga perasaan kita yang dulu-dulu. buat bahan perenungan. kalau yang lagi seneng kadang bisa senyum-senyum sendiri. tapi kalau pas mbaca yang gak enak-gak enak kadang bisa nyesek juga sih. hehe. enjoy!

Friday, April 6, 2012

surga-surga kecil

bagaimana mungkin sebuah kamar bisa menjadi candu? tapi begitulah. kotak berukuran 3x6 yang selalu penuh abu rokok dan baunya selalu lama menempel di baju, beratus-ratus buku, selembar kasur, beberapa bantal, dan komputer itu seperti magnet yang mempunyai kekuatan dahsyat. saya bisa berlama-lama di sana meski tanpa melakukan aktifitas apa pun. berjam-jam. seharian. semalaman.

saya sebenarnya cukup heran. apa yang membuat kamar itu mempunyai daya yang begitu kuatnya. sehingga apa pun kesibukan saya hari itu dan sedang janjian dengan siapapun, saya rela menunda jika ada sms yang menyuruh saya datang ke sana. saya rasa, ada energi tertentu yang dipancarkan oleh kamar itu. atau karena penghuninya? mungkin. tapi saya sedang tidak ingin membahas siapa penghuni kamar itu.

***
pernah gak kamu ngobrol dengan seseorang dan merasa hanya ada kamu dan orang itu? bersama orang itu, hari-hari yang hiruk pikuk dan berjalan dengan ritme super cepat itu mendadak jadi begitu tenang dan santai. sehingga kamu merasa cukup dan tidak butuh apa-apa lagi. seperti surga. nah, apa yang bisa menjelaskan hal-hal seperti itu? perasaan-perasaan itu?

saya rasa, seperti kamar tadi, seseorang itu juga punya energi tersendiri. atau jangan-jangan di antara kalian ada semacam “keterhubungan”? kata yang terakhir ini saya dapat dari obrolan bersama dua orang jenius di beranda kost beberapa waktu yang lalu. ada frekuensi yang sama di antara kalian. Ya, mungkin. tapi sayangnya saya tidak bisa menjelaskannya lebih. hehe.


*aih, sebenarnya, ada surga di dalam dirimu sendiri. tak perlu menengok keluar. kamu hanya perlu menemukannya saja :)

Nb: saya sedang tidak ingin berdebat panjang tentang kenapa memilih diksi surga dari pada kata yang lain. Apa konsep surga bla bla bla...

Tuesday, March 20, 2012

suatu saat aku ingin pulang dalam keadaan seperti ini

pukul 15.30 aku sampai di terminal dan ayah sudah datang menjemputku. kami akan membeli bermacam buah di pasar dekat terminal yang sore itu jelas sudah mulai lengang. kami sampai di rumah pukul 16.00. ada ibu yang sedang menyapu teras, membawa penyemprot tanaman, dan adikku masih di lapangan bola. aku mengucap salam dan mencium tangan ibu. selalu ada pertanyaan “dari jogja jam berapa?”. aku menaruh tas di ruang tengah. menurunkan oleh-oleh: beberapa kardus bakpia aneka rasa.

lalu aku bergegas ke kamar mandi, wudhu, sholat ashar, dan menghambur pada kasur kesayangan. dan ibu akan membangunkanku saat adzan maghrib tiba. adikku sudah pulang. kami akan menyapa dengan saling mengepalkan tinju. dia tidak langsung mandi, tapi membongkar oleh-oleh yang kubawa. tentu saja ia mengobrak-abrik tasku u dulu. barangkali ada yang bisa dijarah. dan diakan menemukan beberapa dvd baru dan kaos dagadu pesanannya. lalu ibu menyuruh kami semua mandi. jamaah maghrib. adikku memakai kaos barunya.

kami pun tiba di meja makan dengan empat kursi. ada sayur asem kesukaanku. tempe goreng. pepes ikan. sambel. tak ketinggalan setoples krupuk yang baru digoreng. dan beraneka buah yang siap disantap. kami kekenyangan. dan aku akan bilang “ini adalah makanan juara satu di seluruh dunia”. kemudian ayahku mengambil alih piring kotor. aku masuk ke perpustakaan mini-ku. melihat buku-bukuku. memastikan tidak ada yang bergeser dari tempatnya.

lalu aku menyusul ke ruang tv. memutar dvd baru dan beberapa burning-an film lama. kami membincangkan banyak sekali hal. aku akan bercerita tentang kegiatan-kegiatanku. teman-temanku. ayahku pasti juga akan menceritakan teman-temanku yang di rumah. si A sudah menikah. si B sekarang di sana. si C sekarang sudah menjadi ini itu. kemudian adikku yang sedari tadi diam saja ternyata sedang membuka-buka ponselku dan mengecek nama-nama dalam inbox. kemudian membaca keras-keras nama siapa saja yang sering masuk. tentu saja yang dipilih adalah nama laki-laki. dia akan meledekku habis-habisan. dan aku akan memukulinya dengan bantal garfield kesayangannya.

kami semua kelelahan dan memutuskan masuk sarang masing-masing. tapi aku akan mengendap-endap ke kamar adikku kalau dia sudah lelap. aku memilih tidur di sampingnya.

besoknya adalah hari minggu. aku akan bangun agak siang. ibu pasti akan memasak sayur asem lagi. karena peraturannya adalah: selama aku di rumah, hidangan wajib adalah sayur asem. kemudian aku akan membenamkan diri di perpustakaanku lagi. menaruh beberapa kabur barus. mengelap debu. membuka-buka majalah. sampai matahari meninggi. lalu aku akan makan lagi. ibuku senang kalau masakannya dihabiskan. dan praktis tubuhku akan memberat beberapa kilo.


*hallo ayah, ibuk, adek, aku merindukan kalian

Friday, February 10, 2012

sebuah malam warung kopi di tengah sawah itu



hujan rokok

kopi surrealis buku

oreo


susucoklat langit angin

dongeng gitar tawa sastra

aku kamu

dia
mereka


,dan Tuhan

Tuesday, February 7, 2012

selamat ulang tahun, Pramoedya Ananta Toer

6 Februari 1925 -- 6 Februari 2012


photocredit: http://justsandandsand.blogspot.com/2011/01/pramoedya-ananta-toer.html

Saturday, February 4, 2012

sebuah buku harian

--Suminto A. Sayuti--

akan tereja kembali di sini
sebuah riwayat paling purba
tentang adam yang terusir
tentang usia yang semakin menggigil

diam–diam aku mencintaimu
tidurlah kekasih dalam kalbuku barang sejenak
sementara angin berkesiur membuat siklus
diantara hari–hari meranggas

perjalanan tak berujung
akan bermula kembali disini
sementara resah datang menghardik
sementara hati serasa cabik–cabik

Aktor Bermata Ngantuk Itu

 Dia aktor Korea. Dulu saya menyebutnya sebagai aktor bermata ngantuk. Tapi saya tidak membuat saya sepenasaran itu untuk mencarinya di goog...